Pertamina mulai “hilangkan” Premium, ini alasannya

Pekanbaru (RiauNews.com) –  Sudah setahun ini masyarakat sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di stasiun pengisian ...


Pekanbaru (RiauNews.com) – Sudah setahun ini masyarakat sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan sebagai gantinya Pertamina memasok lebih banyak “saudara muda”, pertalite.
Ternyata, susahnya mendapatkan BBM beroktan 88 tersebut, bukan semata usaha Pertamina agar produknya yang lain lebih laku. Pemerintah secara perlahan memang mulai menghilangkan BBM khusus penugasan jenis Premium di sejumlah wilayah di Tanah Air pada tahun ini.
Langkah itu didasari standar emisi yang disyaratkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/Setjen/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru.
Berdasarkan beleid itu, terhitung mulai Mei 2018, pemerintah mensyaratkan penggunaan BBM standar Euro 4 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan Labuan Bajo. Kebijakan ini akan dijalankan secara bertahap hingga 2021.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito menjelaskan, permen ini sudah berlaku sejak 10 Maret 2017 untuk kendaraan tipe baru dan 10 Juli 2018 untuk kendaraan yang sedang diproduksi. “Dengan permen ini, bahan bakar minyak yang tidak memenuhi standar (Euro 4) akan segera dihapus,” ujar Adiatma di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (26/3/2018), yang dikutip Republika.
Menurut Adiatma, kebijakan tersebut untuk memenuhi standar kadar sulfur di udara ideal, yaitu di bawah 25 mikrogram per mililiter (standar WHO). Sementara, berdasarkan pantauan KLHK, beberapa kota besar di Tanah Air memiliki kualitas udara yang sudah melampaui standar.
Sebagai contoh di Ibu Kota, Jakarta. Terhitung dalam kurun waktu Januari 2017 hingga Januari 2018, standar kadar sulfur di udara mencapai 35 mikrogram per mililiter. “Penyebab utamanya adalah gas buang kendaraan bermotor dengan mesin yang menggunakan BBM berkualitas rendah,” kata Adiatma.
Rencana penghilangan premium secara bertahap hadir tak lama setelah penaikan harga bahan bakar khusus (BBK) jenis pertalite, akhir pekan lalu. Rata-rata kenaikan sebesar Rp 150 sampai Rp 200 per liter.***
(sumber : Riaunews)

COMMENTS

Name

BENGKALIS,55,DURI,2,EKONOMI,5,HUKUM,25,INTERNASIONAL,1,KAMPAR,131,KANDIS,66,KESEHATAN,6,KOTA PEKANBARU,21,KREASIMU,1,NASIONAL,27,OLAHRAGA,20,OPINI,3,PENDIDIKAN,23,POLITIK,10,RIAU,59,ROKAN HILIR,1,WISATA,3,
ltr
item
REDAKSIRIAU.COM: Pertamina mulai “hilangkan” Premium, ini alasannya
Pertamina mulai “hilangkan” Premium, ini alasannya
https://3.bp.blogspot.com/-wZYyJbpgRxY/WroFvz_naCI/AAAAAAAAAAs/t_vAwuzmOPETWmF6bRQSsk5GkiNkSoxFwCLcBGAs/s1600/download.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-wZYyJbpgRxY/WroFvz_naCI/AAAAAAAAAAs/t_vAwuzmOPETWmF6bRQSsk5GkiNkSoxFwCLcBGAs/s72-c/download.jpg
REDAKSIRIAU.COM
http://www.redaksiriau.com/2018/03/pertamina-mulai-hilangkan-premium-ini_27.html
http://www.redaksiriau.com/
http://www.redaksiriau.com/
http://www.redaksiriau.com/2018/03/pertamina-mulai-hilangkan-premium-ini_27.html
true
8391046594614306514
UTF-8
Loaded All Posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy