-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka SDN 024 Tanah Merah Taati Prokes

Monday 11 January 2021 | Monday, January 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-01-12T06:15:50Z


 

Kampar,(Redaksiriau.com) - Dalam penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) pihak SDN 024 Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu mempertegas aturan yang diterapkan gugus tugas Protokol Kesehatan Kabupaten Kampar.

Diantaranya adalah dengan menerapkan jaga jarak setiap anak tidak boleh berjabat tangan dengan guru-guru yang menyambut setiap anak yang masuk ke area sekolah. 

Kemudian, anak-anak murid juga harus bawa senitizer sendiri dan jika tidak punya diharuskan cuci tangan dengan sabun yang telah disediakan pihak sekolah.

Hal disampaikan Kepala Sekolah SDN 024 Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Hj. Eriyanti.M.Pd ," Kita juga sangat pertegaskan kepada siapapun masuk area sekolah untuk pakai masker baik anak didik maupun tamu," ucap Eriyanti.

Kata dia lagi, bagi tamu itu tanpa mengenakan masker tidak akan diperbolehkan masuk area sekolah dan untuk berurusan dengan pihak sekolah tamu juga harus cek suhu dan diberikan cairan senitizer.

Dan berlaku untuk semua orang kata dia lebih jauh, bagi yang suhu tubuhnya melebihi 37 Derajat Celcius tidak diperbolehkan masuk area sekolah.

Dijelaskan lagi oleh Eriyanti, dalam belajar murid juga tetap jaga jarak dan tidak ada jam istirahat. Dan untuk belajar murid di bagi dua sip --  satu kelas dibagi dua sip. Dan mereka belajar 2 kali dalam seminggu.

Seperti Senin dan Selasa beber Eriyanti, itu adalah jadwal belajar murid kelas V dan VI, Rabu Kamis kelas III dan IV, lalu Sabtu murid 1 dan II ," Ini masih tahap percobaan seperti yang dituangkan dalam himbauan Bupati Kampar," tegas Eriyanti.

Sebut dia lagi, sebelum dilaksanakan proses PTM ini itu beberapa tahapan telah dilaksanakan, pertama itu adalah surat persetujuan dari orang tua murid, rapat komite dan pengecekan dari dinas kesehatan kecamatan (Puskesmas).

Dalam surat persetujuan orang tua ada dua orangtua yang menolak PTM dan memilih berlajar secara Dalam Jaringan (Daring) ," Dari dua, satu telah mencabut penolakan dan bersedia belajar Tatap Muka, jadi satu murid harus balajar Daring sesuai dengan permintaan orang tuanya," kata dia lagi.

Diujung wawancara Eriyanti sangat berharap pembelajaran bisa normal kembali dan uji coba dalam tiga bulan ini bisa berhasil dan corona bisa hilang di muka bumi ini ," Kita harus tabah menghadapi bencana non alan ini, kita selalu berdoa hal ini bisa cepat berlalu," pungkas dianya.**(red/rls)

×
Berita Terbaru Update