PENAMPUNG UBI KAYU DAN PETANI UBI KAYU TERSENYUM - REDAKSIRIAU.COM

Breaking

Tuesday, 17 April 2018

PENAMPUNG UBI KAYU DAN PETANI UBI KAYU TERSENYUM

Petani dan Penampung Ubi Kayu

Kandis (Redaksiriau.com) Akhirnya petani ubi kayu di Kecamatan Kandis dan sekitarnya mulai tersenyum dan terbantu sebab di Kecamatan Kandis tepatnya di km 2 kelok ular simpang gelombang Kelurahan Telaga Sam-Sam pabrik Tapioka sudah berdiri dan sudah beroperasi mengelola ubi kayu menjadi tepung sehingga menarik perhatian  beberapa masyarakat menjadi penampung ubi kayu.

Dalam hal ini terbukti dari salah seorang pemuda warga Kampung Kandis km 83 Elizon Toga Torop pengusaha muda  menjadi penampung ubi kayu dengan cara mendatangi petani ubi langsung ke ladang ubi tersebut menurutnya menjadi penampung ubi kayu bisa membantu usahanya serta membantu petani ubi kayu tersebut, "katanya kepada media ini selasa, 17/04/2018.

Pada saat diladang ubi kayu dihadapan petani Elizon Toga Torop menyarankan," kepada bapak petani supaya memanfaatkan lahan kosong  milik petani supaya menanam ubi kayu sebab itu bisa menambah penghasilan bapak-bapak petani, "pesannya.

Elizon Toga Torop juga menambahkan," Disamping menjadi penampung ubi kayu saya juga menampung jeruk nipis dan bila ada masyarakat yang memilki tanaman jeruk nipis silahkan hubungi saya melalui nomor seluler 082173266583 mengenai harga ubi kay dan jeruk nipis bisa kita diskusikan nanti, "jelasnya.

Sementara salah seorang warga  kampung jawa Kelurahan Simpang Belutu RT.05/RW.02  Doli petani ubi kayu mengaku sangat terbantu dengan adanya penampung ubi kayu, sebab ubi kayu yang terkecil pun di ambil sebelum nya kami menjual ubi kayu kepada beberapa pengusaha kecil seperti pengusaha keripik, pengusaha tape dan kue getuk ubinya dipilih repot juga yang kecil jadi terbuang jadi dengan adanya penampung ubi kayu  ini ya? kami sebagai petani ubi kayu bersyukur dan sangat terbantu sehingga menambah semangat untuk menanam ubi kayu lebih banyak lagi mudah-mudahhan kedepan kami kedepannya mendapatkan hasil yang lebih banyak lagi, "harapnya. (Wijaya)

No comments:

Post a Comment